oleh

Bersama Poktan, Babinsa Pantau Perkembangan Tanaman di Lahan Ketahanan Pangan Dim 1308/LB

BANGGAI, MPI_Bersama kelompok petani (poktan), Babinsa Kodim 1308/Luwuk Banggai pantau perkembangan tanaman jagung, cabai dan tomat di dua lahan ketahanan pangan Dim 1308/LB, Jumat (08/04/22).

Yakni lahan di Kelurahan Lempek Baru, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, Babinsa Koramil 1308-04/Kintom Serka Andi lakukan pendampingan ketahanan pangan poktan Horti Pitom.

Babinsa Koramil 1308-04/Kintom Serka Andi lakukan pendampingan ketahanan pangan kepada poktan Horti Pitom Kecamatan Nambo.

Di lahan seluas 1 hektare milik Amirulah dan Trisno ini dilakukan penanaman bibit cabai dan panen terong.

Sementara itu, di lahan ketahanan pangan Desa Boyou, Kelurahan Kilongan, Kecamatan Luwuk Utara, lima anggota Babinsa Koramil 1308-01/Luwuk melakukan penyiraman dan pemantauan perkembangan tanaman cabai, tomat dan jagung deplot.

Babinsa Koramil 1308-01/Luwuk melakukan penyiraman dan pemantauan perkembangan tanaman cabai, tomat dan jagung deplot.

Hal serupa juga dilakukan Babinsa Koramil 1308-01/Luwuk Koptu Karoles yang melakukan pendampingan ketahanan pangan tanaman tomat kepada di lahan milik Sukarman (46), salah seorang petani di Dusun 3 Bandes Desa Lumpoknyo, Kecamatan Luwuk, Sabtu (09/04/22).

Babinsa Koramil 1308-01/Luwuk Koptu Karoles lakukan pendampingan ketahanan pangan tanaman tomat di Dusun 3 Bandes Desa Lumpoknyo, Kecamatan Luwuk.

Tak hanya itu, Babinsa Koramil 1308-03/Batui Sertu Sasminta dan Koptu Yeri Iskandar juga melaksanakan giat pendampingan ketahanaan pangan padi sawah kepada poktan Gaong Makakata.

Di lahan seluas 3 hektare yang berlokasi di Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui, Babibsa bersama para petani melakukan penyiangan dan pemupukan tanaman padi.

Babinsa Koramil 1308-03/Batui Sertu Sasminta dan Koptu Yeri Iskandar melakukan pendampingan ketahanan pangan dengan menyiangi tanaman padi sawah.

Pada kesempatan ini Ketua poktan Gaong Makakata Sahid Abdul Wahid menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi petani, yakni susahnya mendapatkan pupuk karena langka dan mahal.

Sahid berharap para Babinsa dapat membantu para petani dalam mendapatkan pupuk dengan harga yang lebih murah.(dewi)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan