oleh

HAN 2022, Amirudin Deklarasikan Banggai Jadi Kabupaten Layak Anak 2023

BANGGAI, MPI_Ciptakan generasi emas yang cerdas, sehat, unggul, berkarakter dan bersendikan nilai moral yang kuat, Bupati Banggai Amirudin Tamoreka mendeklarasikan Kabupaten Banggai menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) di 2023 mendatang.

Deklarasi Kabupaten Layak Anak dicetuskan pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2022 tingkat Kabupaten Banggai, Selasa (26/07/22), yang dipusatkan di aula kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Banggai, yang mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.

Bupati mengatakan peringatan HAN merupakan bentuk pengakuan serta mengimplementasikan Konvesi Hak Anak (KHA) melalui Kepres nomor 36 tahun 1990, dan UU nomor 35 tahun 2014 yang dilaksanakan melalui 5 Kluster.

Yaitu hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; kesehatan dasar dan kesejahteraan; pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya; dan perlindungan khusus.

Diuraikan HAN yang dicetus oleh Soeharto, Presiden RI ke 2, ini karena keinginan untuk melihat anak-anak sebagai aset bangsa.

Keinginan ini kemudian disahkan melalui UU nomor 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak pada 23 Juli 1979, yang akhirnya ditetapkan menjadi Hari Anak Nasional.

Peringatan HAN, lanjutnya, merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen Bangsa Indonesia dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.

Untuk itu, melalui peringatan HAN 2022, Bupati berharap semua pihak mendapat pemahaman bahwa anak sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa harus memiliki bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Anak Indonesia memiliki peran strategi ketika 100 tahun Indonesia Merdeka di 2045, untuk itu kita harus mampu menciptakan generasi emas yang cerdas, sehat, unggul, berkarakter dan bersendikan nilai moral yang kuat,” tandasnya.(dewi)